"Selamat siang mbak, bapak ada?"
"Bapak dan ibu nembe tindak niku, bu.. Mangga masuk dulu," kataku. Hanya aku yang di rumah siang ini.
"Lho Mas Kaka pergi juga mbak?"
"Nggih, biasa main bu hahaha"
"Niki mbak, badhe ngaturaken panuwun kangge peladosanipun bapak saking Bu XXX ingkang dinten Rebo punika kesripahan"
'Hah, ini kabar duka mana ya yang dimaksud? Rabu kemarin?' hatiku bertanya-tanya.
"Ohh, nggih bu, punika sampun tugasipun bapak kok..."
"Lha niki bapak kaliyan ibu tindak pundi?"
"Tindak Semarang bu, layat..."
'Hmm' gumamku lagi-lagi dalam hati.
"Oalah layat sinten?"
"Punika sedhereke ibu, teman gerejanya bapak di Semarang dulu"
Akhir-akhir ini banyak sekali kabar duka yang sampai kepada kami.
Rasanya hampir setiap hari.
Saat orang lain singgah membahas kabar duka yang lalu pun, kita sibuk berduka dengan kabar yang sekarang.
Tuhan, mampukan kami untuk 'mengimbangi duka dengan suka dan menghibur yang sedih'.